Selasa, 25 Juni 2013

SENSASI PENGALAMAN BELANJA ONLINE

Belanja online! Rasanya di zaman serba digital sekarang ini konsep belanja secara online sudah tidak asing lagi di telinga kita. Konsepnya yang mudah dan dapat diakses dari mana saja, membuat belanja online muncul sebagai gaya hidup belanja masyarakat modern, terutama masyarakat perkotaan yang nyaris tidak memiliki waktu luang untuk melakukan hal-hal tersebut.  Secara angka, peningkatan jumlah pengguna internet nyaris selalu naik dari tahun ke tahun, kemudahan mengakses internet lewat handphone atau smartphone juga menyumbang perilaku belanja dengan konsep online semakin menunjukkan peningkatan. Sebagai bagian dari hirup pikuk dunia digital, saya pun telah beberapa kali belanja dengan konsep online ini untuk beberapa kebutuhan. Tentang apa dan bagaimana pengalaman tersebut akan saya sertakan dalam Arr Rian's Giveaway yang bertema "pengalaman belanja online" dan akan saya tulis di bawah ini...jadi mari di simak.

Dunia digital...hhmm, rasanya memang sangat memudahkan untuk memenuhi beberapa keperluan dan kepentingan dalam hidup kita. Perkembangannya dari tahun ke tahun yang semakin pesat membuat jarak terasa sangat tipis, karena hanya di depan layar komputer kita bisa menjelajah ke seluruh dunia tanpa harus menjejakkan kaki di sana. Informasi yang diperoleh terkadang sangat akurat tanpa harus bersusah payah mengumpulkannya ke tempat sumber informasi. Dan saya telah membuktikannya manakala saya mengikuti beberapa lomba blog tentang daerah tertentu.

Belanja Online
Gambar
Dalam dunia digital pun konsep belanja perlahan namun pasti berubah paradigmanya, yang semula identik dengan mencari barang yang diinginkan dengan cara langsung datang ke tempat penjualan, kini konsepnya telah berubah bahwa kita bisa berbelanja banyak kebutuhan tanpa harus keluar rumah. Hanya dengan klik and buy, barang akan tiba di rumah kita dengan cepat dan selamat. Namun, sebagaimana perkembangan atau kemajuan akan menimbulkan dua sisi yang berbeda, yaitu positif dan negatif yang terkadang bak pisau bermata dua...(sadis amat).

Saya memiliki beberapa pengalaman belanja online lewat website, yaitu :
  1. Belanja buku di Bukabuku.com. Saya sangat hobi membaca dan senang rasanya jika berada diantara tumpukan dan deretan buku, aroma buku baru sangat mengelitik hati saya untuk membeli dan membacanya. Namun semua kesenangan tersebut tidak dapat saya lakukan lagi mengingat tempat tinggal saya lumayan jauh dari toko buku besar dan untuk mengaksesnya membutuhkan biaya transportasi yang lumayan mahal untuk ukuran kantong saya. Daripada habis untuk biaya transport, lebih baik saya alihkan hobi saya berkunjung ke toko buku offline menjadi toko buku online. Beberapa kali saya berbelanja buku di toko buku online ini, dan selama ini transaksi yang saya lakukan baik-baik saja dalam artian saya pilih buku kemudian saya beli, setelah harga buku di tambah ongkos kirim di proses lalu saya transfer via bank yang saya pilih, akhirnya tidak berapa lama buku tiba ditangan saya.
  2. Belanja di online store Lazada.co.id. Kalau online store ini lumayan besar seperti halnya mall online, semua barang dan kebutuhan tersedia disini dengan harga yang bervariasi serta diskon-diskon yang sangat mengiurkan. Di Lazada ini saya baru saja membeli headseat untuk keperluan saya melakukan skype dan musik, setelah browsing kesana kemari akhirnya saya putuskan untuk membeli di Lazada ini. Setelah sukses melakukan registrasi dan berbagai fitur untuk melakukan pembelian, memilih jenis pembayaran dan sukses melakukan transfer, ngak pake lama hanya selang satu hari dari pembayaran barang yang di beli udah nangkring di rumah. Woww, cepat banget tapi ini bukan promosi karena beda pembelian dan tempat, tentu beda lokasi dan jenis barang yang di pesan beda lagi waktu sampainya. Namun ada point yang menarik ketika berbelanja di Lazada ini, karena ada layanan antar di tempat sekaligus pembayaran di tempat, belum pernah nyoba sih mudah-mudahan kelak jika belanja lagi fitur satu ini patut di coba.
  3. Belanja baju muslim di Tanahabang.asia. Setiap orang suka membeli baju dengan harga miring dan kualitas lumayan, dan umumnya sugesti pikiran semacam ini akan mampir di pusat belanja Tanah Abang yang terkenal pusatnya kulakan baju se Indonesia bahkan se Asia Tenggara. Berhubung keadaan tidak memungkinkan untuk hunting baju di kawasan tersebut, terpaksa belanja bajunya lewat online store dengan alamat websitenya ada Tanah Abangnya. Meskipun ibarat beli kucing dalam karung, ternyata kualitas baju yang di beli disini lumayan sesuai dengan harganya, tentu saja ada harga ada rupa dan kualitas. Secara keseluruhan pelayanan di online store ini cukup rapi dan pengirimannya lumayan cepat.
  4. Belanja Tepung Gasol di tepunggasol.com. Bingung atau ngak tahu apa itu tepung gasol hehehe, kalau udah pernah punya bayi pasti tahu apa itu tepung gasol. Tepung gasol itu makanan bayi untuk MPASI yang organik, dengan proses pembuatan yang alami...eh kok kayak iklan, tapi cuma sekelumit penjelasan kecil jika belum memahami apa itu tepung gasol yang instan namun organik tanpa campuran zat kimia dan pengawet. Kesadaran memberikan MPASI tepung gasol ini baru pada putri bungsu saya yang sekarang sudah berusia 2,5 tahun. Pelayanan yang cepat dan stok yang selalu tersedia membuat saya tidak perlu menunggu lama untuk pengiriman dan rasanya selama memberikan MPASI ini saya tidak pernah menyetok barang dalam jumlah banyak karena setiap pesan, pengirimannya cepat (tentunya pembayaran harus cepat juga dong).

SENSASI PENGALAMAN BELANJA ONLINE

Meskipun tidak ada pengalaman yang luar biasa alias tidak mengenakkan selama berbelanja secara online, namun bukan berarti tidak ada kendala, justru kendala itu tumbuh dari dalam diri saya ketika menentukan pilihan toko online mana yang akan dipilih ketika ingin berbelanja, istilahnya pilih-pilih tebu takutnya dapat yang busuk...hehehehe. Selama proses belanja lewat online yang selama ini saya alami baik lewat toko online maupun perseorangan, saya telah mentapkan rambu-rambu tersendiri sebelum menentukan dan melakukan transaksi secara online. Rambu-rambu ini sesungguhnya merupakan pakem tersendiri bagi saya untuk menghindari tumbuhnya perasaan yang tidak mengenakkan selama proses belanja tersebut, termasuk ketika barang tersebut sudah di tangan ekspedisi alias jasa pengiriman.

Meskipun dengan jargon bahwa belanja online itu mudah, hemat alias ngak pake ongkos (padahal browsing juga pake biaya, mungkin hemat dalam artian ngak pake jajan), ngak pake macet dan panas-panasan, dan  yang terpenting bisa belanja 24 jam sekalipun sudah lewat tengah malam kita masih bisa keluar masuk toko dan memilih-milih barang yang akan dibeli dengan alokasi dana yang sudah ditentukan, tidak boleh lebih tapi kurang boleh.

Ketika memilih toko online, saya selalu menetapkan bahwa :
  • Barang yang akan saya beli spesifikasinya jelas, bahkan kalau bisa gambarnya bisa di zoom sehingga bisa di lihat lumayan jelas meskipun tidak sejelas ketika belanja secara langsung. Jika belanja baju saya selalu menanyakan ukuran secara mendetail bahkan untuk yang all size sekalipun karena ada embel-embel fit to apa gitu.
  • Ketika belanja baju, saya selalu menanyakan bahan baju tersebut kemudian saya browsing untuk keterangan lebih lanjut tentang bahan baju tersebut termasuk plus dan minusnya. Semua ini untuk mengurangi rasa tidak puas saya ketika baju yang saya beli tersebut sampai di tangan.
  • Kalau belanja buku, saya selalu memprioritaskan buku yang sudah dipreview atau paling tidak ada ringkasannya atau sinopsis, karena saya akan lebih mudah membayangkan arah dan isi buku tersebut jika non fiksi dan jika buku fiksi saya bisa membayangkan garis besar ceritanya apakah menarik atau tidak.
  • Social media dari toko online tersebut. Bagi saya, toko online yang memiliki social media lumayan aktif memberikan point tersendiri karena jika ada kendala tingkat responsifnya tentu lebih cepat dan informasi yang diberikan tentunya lebih akurat. Meskipun saya tidak mengabaikan testimoni di website toko online, saya lebih suka testimoni lewat social media karena yang memberi testimoni bisa terlacak.
  • Biasakan transaksi dalam jumlah yang tidak terlampau besar, hal ini untuk mengurangi resiko rugi jika barang tidak sampai dengan selamat. Karena dalam belanja online faktornya bukan hanya pemilik toko online tapi ada juga pihak ekspedisi atau jasa pengiriman yang justru menjadi ujung tombak ketika transaksi atau belanja di toko secara online.

Kok...kayaknya mau belanja aja ribet banget, kalau bagi saya itu harus karena hal semacam ini memberikan edukasi bagi diri saya pribadi untuk lebih berhati-hati dan mencari banyak informasi. Informasi dan sikap hati-hati ini penting karena berada di belantara dunia online cukup menakutkan karena banyak hantu-hantu yang tidak berwujud tapi gentayangan ke mana-mana dan membuat resah serta ngeri. Maaf...analoginya kok jadi menyeramkan. Meskipun kenyataannya tidak semua jelek kok, buktinya selama belanja online saya tidak menemui kendala yang berarti alias baik-baik saja.

Ketika semua pakem dan aturan dasar sudah saya jalani, tetap saja jika barang yang saya pesan belum tiba dalam batas waktu toleransi saya, saya tetap merasa harap-harap cemas alias H2C. Sensasi perasaan ini tentu akan selalu mengiringi perjalanan selama menunggu barang yang kita beli secara online tiba dengan selamat. Demikian sekelumit sensasi pengalaman saya selama belanja secara online.


Cerita ini diikutsertakan dalam Arr Rian's Giveaway - Pengalaman Belanja Online.

6 komentar:

  1. Terima Kasih sudah berpartisipasi dalam Arr Rian's Giveaway

    Yes! tercatat sebagai peserta :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sudah dikunjungi...

      Hapus
  2. Saya baru dengar tentang tepung gasol, Mbak :D

    Terima kasih sudah ikutan Arr Rian's Giveaway ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya tepung gasol untuk MPASI pertama bayi masuk 6 bulan. Terimakasih sudah berkunjung.

      Hapus
  3. juara pertama untuk kontes ini, ya. Selamat, mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mak udah ditowel...Tengkyuuuuuu

      Hapus

Terima kasih atas kunjungan dari teman-teman, dan saya usahakan untuk berkunjung balik secepatnya. Mohon maaf karena kolom komentar saya moderasi untuk menghindari link-link hidup yang tersemat di kolom komentar akhir-akhir ini. Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...