Selasa, 28 Mei 2013

SAATNYA MEMBANGUN SENTRA WISATA KULINER ONLINE KOTA CIMAHI

Pernahkah Anda berpikir betapa hebat dan pesatnya perkembangan teknologi dari masa ke masa. Dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama, teknologi telah banyak mengalami perubahan terutama di Indonesia. Sekitar tahun 1980 hingga 1990-an, teknologi digital yang digunakan di Indonesia mungkin masih terbatas pada kalkulator, radio, televisi, dan komputer dengan pengguna terbatas. Namun kini penggunaannya semakin pesat, seiring dengan semakin meningkatnya laju perkembangan teknologi tersebut.

Peningkatan teknologi media digital yang semakin pesat ini mau tidak mau diakui memudahkan segala urusan manusia. Dengan teknologi digital, kita bisa menghemat waktu dan menggunakan untuk kegiatan produktif lainnya. Kemudahan tersebut juga berimbas pada semakin terbukanya kesempatan penggunaan teknologi digital secara lebih kreatif.

Mengutip uraian seorang pakar media digital, Razi Thalib "berkat media digital, kita bisa menciptakan ruang untuk berkomunikasi dengan lebih leluasa, lebih cepat, dan lebih berarti. Kita juga bisa menggunakannya untuk meningkatkan volume penjualan, merespon permintaan konsumen dengan lebih baik, dan juga untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Pendek kata, semakin masyarakat paham bagaimana memanfaatkan teknologi digital dengan cara yang tepat, maka peluang untuk meningkatkan kualitas hidup semakin besar."

Indonesia termasuk negara dengan jumlah pengguna media digital yang cukup signifikan, angka tersebut terus bertambah dari tahun ke tahun seiring dengan semakin mudahnya akses internet dan teknologi digital lainnya. Karena itu, sudah saatnya masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan, sebagai pengguna teknologi digital mengoptimalkan penggunaannya dalam berbagai aspek kehidupan, diantaranya mengedukasi masyarakat, merubah cara berpikir, memberikan solusi, serta mendorong perubahan masyarakat ke arah perubahan yang lebih baik, dan menggunakannya sebagai sarana kegiatan ekonomis lainnya termasuk sarana informasi dan kegiatan jual beli secara online.

KOTA CIMAHI, ANTARA KILASAN SEJARAH, POTENSI EKONOMI, DAN PARIWISATA

Kota Cimahi adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, yang terletak di antara Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Kota Cimahi dahulu bagian dari Kabupaten Bandung, yang kemudian ditetapkan sebagai kota administratif pada tanggal 29 Januari 1976. Pada tanggal 21 Juni 2001, Cimahi ditetapkan sebagai kota otonom. Dalam rangkaian ulang tahun ke-12 Kota Cimahi, Pemerintah Kota Cimahi mengadakan "Cimahi Blog Competition 2013" yang diikuti oleh blogger dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini patut diberikan apresiasi karena secara tidak langsung mengoptimalkan dan semakin mengedukasi masyarakat untuk menggunakan teknologi digital ke arah yang lebih baik dan bernilai positif.

Dalam bahasa sunda, nama cimahi berarti "air yang cukup." Cimahi mulai dikenal ketika pada tahun 1811, Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels membuat jalan Anyer-Panarukan, dengan dibuatnya pos penjagaan di alun-alun Cimahi sekarang. Setelah kemerdekaan Indonesia, Cimahi menjadi bagian dari Kabupaten Bandung Utara. Pada tahun 1962, dibentuk kewedanaan Cimahi yang meliputi Kecamatan Cimahi, Padalarang, Batujajar, dan Cipatat. Berdasarkan PP Nomor 29 Tahun 1975, Cimahi ditingkatkan statusnya menjadi kota administratif pada tanggal 29 Januari 1976, dan menjadi kota administratis pertama di Jawa Barat. Mulai tanggal 21 Juni 2001 status Cimahi berubah menjadi Kota Cimahi.

Kota Cimahi mendapat julukan sebagai "kota tentara" karena di kota ini banyak pusat pendidikan untuk tentara. Belum lagi markas-markas tentara yang jumlahnya cukup banyak plus asrama militer dan fasilitas militer lainnya, maka sekitar 60% wilayah kota Cimahi digunakan oleh tentara. Mungkin karena itulah, Kota Cimahi juga mendapat julukan "kota hijau," karena sesuai dengan warna seragam yang digunakan tentara khususnya dari Angkatan Darat (TNI-AD).

Kontribusi terbesar dalam pembangunan Kota Cimahi pada tahun 2006 didominasi oleh sektor industri pengolahan. Sektor ini telah menyumbangkan PDRB sebesar 61,92 persen atau setara dengan Rp. 3.3 trilyun lebih. Konsentrasi lokasi industri pengolahan terdapat di Kecamatan Cimahi Selatan dengan jumlah 105 industri. Industri-industri tersebut ada yang berukuran sedang dan besar. Sedangkan Kecamatan Cimahi Tengah hanya menampung 33 unit industri dan Kecamatan Cimahi Utara terdapat 18 unit industri.

Sektor lainnya yang menjadi aktivitas ekonomi andalan di Cimahi adalah sektor perdagangan, hotel, dan restoran. Sektor ini mampu memberikan kontribusi pada kegiatan ekonomi Kota Cimahi sebesar 18,85 persen. Sedangkan untuk jasa-jasa lainnya termasuk jasa pemerintah di dalamnya mampu memberikan kontribusi pada perekonomian sebesar 5,82 persen. Gambaran potensi ekonomi Kota Cimahi ini menunjukkan bahwa industri pengolahan mempunyai peranan penting dan memberikan kontribusi untuk membuka jalan bagi perkembangan ekonomi Kota Cimahi lebih luas lagi.

Stasiun kota cimahi, jawa barat, indonesia
Stasiun Tua Kota Cimahi, dari sini
Dalam bidang pariwisata, Kota Cimahi memiliki banyak wisata sejarah terutama wisata sejarah militer. Pramoedya Ananta Toer menggambarkan kenangan atas kota-kota, khususnya kota di tanah priangan, yang dilalui jalan raya pos, "barang tiga kilometer ke tenggara, jalan raya pos sampai ke Cimahi. Sebelum 1913, tempat ini bernama Cikolokot (tapi di catatan sejarah lain tertulis Cilokotot-Red). Perubahan nama terjadi setelah masa pemerintahan Gubernur Jenderal Van Heutsz, Bandung ditunjuk jadi pemusatan tentara hindia belanda dan di Cikolokot dibangun tangsi besar KNIL dengan Rumah Sakit Militer yang juga besar. Sejak itu Cimahi menjadi kota militer. Tak ada satu kenangan tentang Cimahi tapi sedikit tentang Padalarang."

Kota Cimahi memang kaya akan wisata sejarah masa kolonial Belanda yang berpotensi sebagai heritage (kekayaan pusaka) dan seharusnya wajib dipelihara, dijaga, dan dilestarikan, antara lain :

  1. Alun-alun Kota Cimahi, yang merupakan pos penjagaan (loji) pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels tahun 1811 saat pembuatan jalan anyer-panarukan.
  2. Stasiun Cimahi, yang dibangun antara tahun 1874-1893 oleh pemerintah kolonial belanda dan dalam rangka membangun jalur kereta api Bandung-Cianjur.
  3. Rumah sakit Dustira, yang dibangun tahun 1887.
  4. Rumah tahanan militer Poncol, yang di dinding bagian atas pintu masuk tertulis angka 1886.
  5. Gereja St Ignatius.
  6. Kerkhof (pemakaman) Leuwigajah, di mana terdapat kuburan Belanda-Ereveld Leuwigajah.
Melalui situs berita online www.pikiran-rakyat.com diberitakan bahwa Pemerintah Kota Cimahi telah menyiapkan rancangan pembentukan kawasan "Wisata Heritage Kota Cimahi." Upaya itu dilakukan sebagai salah satu cara untuk melindungi bangunan atau cagar budaya yang terdapat di Kota Cimahi, sekaligus menjadikannya potensi wisata.

Konsep wisata heritage saat ini sudah mulai diminati masyarakat, terutama dari kalangan akademik sebagai salah satu pembelajaran sejarah nasional Indonesia di masa lampau, dan konsep ini tidak menutup kemungkinan untuk diwujudkan Pemerintah Kota Cimahi dalam rangka mengembangkan potensi wisata dan tidak menutup kemungkinan akan menarik para investor untuk berinvestasi.

KULINER KHAS KOTA CIMAHI

Seperti halnya kota-kota lain di Indonesia, Kota Cimahi memiliki kuliner khas yang merupakan oleh-oleh wajib bagi wisatawan yang berkunjung dan berwisata. Beberapa kuliner khas Kota Cimahi, antara lain : Bandrek-Bajigur, Dendeng Jantung Pisang (Denjapi), Kencur, Paru Daun Singkong, Minuman Aloe Vera, Keripik Binahong, Keripik Setan, Kue Semprong, Kremes, Comring, Awug, dan lain-lain.

kuliner khas kota cimahi
Gambar : dari berbagai sumber
Selain aneka kuliner di atas, Kota cimahi juga memiliki kuliner khas lain yaitu Dodol Jahe Sopiah. Dodol jahe ini dulunya merupakan makanan khas kaum bangsawan, sehingga hanya bisa dinikmati kalangan tertentu saja. Biasanya makanan ini hanya diproduksi pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri, acara pernikahan, khitanan, dan acara-acara khusus lainnya. Namun kini dodol jahe sudah diproduksi setiap hari secara rumahan (home industry) sebagai oleh-oleh khas Kota Cimahi.


Saat ini usaha kuliner mulai dilirik oleh Pemerintah Kota Cimahi sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat yang potensial, dan kekhasan telah menjadi sorotan pemerintah untuk dikembangkan selain pemasaran produk. Dalam rangka mengembangkan usaha kuliner, Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi mengadakan pelatihan manajemen usaha kuliner. Selain diberikan motivasi pengembangan usaha, sejumlah peserta yang merupakan pelaku usaha UMKM di bidang kuliner itu juga mendapat pelatihan seputar strategi pemasaran produk mereka (sumber: www.pikiran-rakyat.com).

SAATNYA MEMBANGUN SENTRA WISATA KULINER ONLINE KOTA CIMAHI

Pemerintah Kota Cimahi baru-baru ini mendapat penghargaan dari Indonesia Digital Society Award (IDSA) tahun 2013 untuk kategori e-government. Di kategori ini, Kota Cimahi menduduki peringkat kedua di bawah kota Surabaya. Menurut Kepala Kantor Arsip Perpustakaan dan pengelolaan data elektronik (KPDE) Drg. Chanifah Listiarini, "percepatan digital society harus dilakukan, dalam rangka mencapai tujuan Cimahi sebagai pusat industri di Jawa Barat dan Indonesia."

Selain itu, Kota Cimahi juga terus mengoptimalkan pembangunan sarana dan prasarana IT, seperti pembanguan BITC sebagai pusat kegiatan Cimahi Creative, pusat sertifikasi teknologi informasi, tempat lomba dan festival, dan sebagai pusat perancangan data. Membangun KPPT, LPSE Kota Cimahi sebagai upaya efektivitas dan efisiensi pengadaan barang dan jasa.

Langkah-langkah nyata ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Cimahi mempunyai kepedulian terhadap pengaplikasian teknologi digital bagi perkembangan dan kemajuan masyarakat Kota Cimahi. Dengan meraih penghargaan IDSA tahun 2013, Kota Cimahi harus terus berbenah untuk membangun pusat informasi IT yang lebih menunjang kehidupan masyarakat, termasuk perkembangan pariwisata.

Rasanya dengan berbekal penghargaan tersebut serta pengalaman, sudah saat Kota Cimahi membangun sebuah "Sentra Wisata Kuliner yang bisa diakses secara online." Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital, banyak keuntungan yang bisa dinikmati terutama kemudahan untuk mengakses informasi dan memberikan informasi. Informasi merupakan bagian penting dalam suatu rencana pemasaran atau bisnis, karena itu berikan informasi yang mudah di akses, cepat, lengkap, dan terpercaya sesuai dengan kenyataan atau fakta di lapangan.

Konsep Sentra Wisata Kuliner sesungguhnya memadukan bisnis kuliner dan wisata dalam satu tujuan atau destinasi. Melalui sentra wisata kuliner, masyarakat dapat menikmati berbagai kuliner khas selain tentunya dapat berwisata dalam satu lokasi.

Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital yang semakin cepat, Kota Cimahi dapat membangun suatu Sentra Wisata Kuliner Online yang dapat diakses dari seluruh Indonesia bahkan Dunia. Membangun Sentra Wisata Kuliner Online Terpadu mempunyai berbagai keuntungan dari segi bisnis pariwisata dan kuliner Kota Cimahi, yaitu :
  1. Memudahkan akses informasi, cepat, dan tidak mengenal jarak serta waktu.
  2. Jangkauan pemasaran lebih luas dan online selama 24 jam.
  3. Memperkenalkan dan menyebarluaskan keindahan wisata Kota Cimahi ke seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia melalui gambar-gambar yang indah.
  4. Memudahkan konsumen untuk mendapatkan dan mencicipi kuliner khas Kota Cimahi langsung dari daerah penghasilnya melalui penjualan online. Selain untuk memperkenalkan kuliner khas Kota Cimahi, juga memudahkan masyarakat Cimahi yang menetap di luar daerah untuk bernostalgia dengan kuliner khas daerahnya tanpa harus repot kembali ke Kota Cimahi.
  5. Memudahkan wisatawan untuk mendapatkan informasi tentang jadwal transportasi, hotel, restoran, daerah tujuan wisata, kuliner khas sebagai oleh-oleh atau cinderamata, dan memilih jenis transportasi yang sesuai, sebelum berkunjung ke Kota Cimahi.
  6. Penyediaan peta digital wisata yang dapat diunduh sehingga memudahkan wisatawan selama berkunjung di Kota Cimahi.
  7. Dapat mengakomodir semua kebutuhan dalam satu destinasi, serta dapat mensinergikan antara pemerintah dan pelaku usaha industri jasa, pariwisata, dan bisnis kuliner.
Namun untuk membangun sebuah Sentra Wisata Kuliner Online Kota Cimahi membutuhkan banyak kerjasama dari berbagai pihak, seperti :
  1. Pemerintah Kota Cimahi,
  2. Pelaku industri kuliner,
  3. Penyedia jasa yang mendukung pariwisata, seperti hotel, restoran, dan transportasi,
  4. Seluruh masyarakat Kota Cimahi.
Salah satu point terpenting dari konsep ini adalah menyiapkan sumber daya manusianya, karena tanpa sumber daya yang memadai apapun konsep atau perencanaan tidak akan berjalan dengan baik. Karena itu menjadi tugas Pemerintah Kota Cimahi untuk mulai mengedukasi masyarakat agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk kepentingan dirinya baik dalam kehidupan sehari-hari maupun kepentingan bisnis untuk industri yang digelutinya.


Tulisan ini diikutsertakan dalam "Cimahi Blog Competition 2013" untuk memperingati ulang tahun Kota Cimahi yang ke-12 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Cimahi.

Sumber tulisan :
  1. http://www.cimahikota.go.id
  2. http://www.pikiran-rakyat.com
  3. http://www.ahmadheryawan.com
  4. http://id.wikipedia.org
  5. http://info-cimahi.blogspot.com
  6. http://arinet66.wordpress.com
  7. http://indscriptcreative.com
Sumber gambar : dari berbagai sumber seperti yang tercantum dalam credit




2 komentar:

Terima kasih atas kunjungan dari teman-teman, dan saya usahakan untuk berkunjung balik secepatnya. Mohon maaf karena kolom komentar saya moderasi untuk menghindari link-link hidup yang tersemat di kolom komentar akhir-akhir ini. Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...