Minggu, 24 Maret 2013

MARI CIPTAKAN DUNIA BEBAS HAMBATAN, NYAMAN, DAN AMAN

Keikutsertaan saya dalam kontes blogging Kartunet Kampanye Aksesibilitas tanpa Batas yang diselenggarakan oleh kartunet bekerjasama dengan ASEAN Blogger Community dan didukung oleh XL Axiata, membuat saya menyadari bahwa banyak fasilitas-fasilitas umum yang dibuat dengan mengabaikan hak penyandang disabilitas dan lanjut usia. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia jelas sudah mencantumkan dalam salah satu silanya yaitu keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, setiap warga negara Indonesia mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan dan penggunaan fasilitas umum. Namun pada kenyataannya tidak semua hak tersebut bisa dinikmati karena keterbatasan penyediaan fasilitas umum bahkan fasilitas tersebut tidak ramah terhadap penyandang disabilitas dan lanjut usia.

Kondisi ini mengingatkan saya pada pengalaman buruk yang dialami beberapa tahun yang lalu, ketika saya menaiki salah satu bus kota dan saya hampir terjatuh di dalam bus kota itu karena lantainya bolong-bolong. Bayangkan, meskipun sudah berada didalam bus kota pun nyawa kita tetap terancam, sungguh mengenaskan nasib pengguna fasilitas umum karena tidak banyak pilihan. Ternyata kejadian yang saya alami beberapa tahun yang silam masih tidak banyak perubahan, banyak bus kota atau bahkan transportasi umum yang sudah tidak layak beroperasi tapi masih diberikan izin trayek, lalu siapa yang dirugikan...sudah jelas pengguna transportasi tersebut karena sudah tidak nyaman dan aman. Bahkan transportasi ini juga bisa membahayakan pengguna jalan yang lain, coba bayangkan kalau tiba-tiba remnya blong bisa nabrak kiri-kanan dong.

Kepedulian pada keadaan ini membuat kartunet mencoba secara terus-menerus dan konsisten mengangkat isu dalam bentuk kartunet kampanye aksesibilitas tanpa batas, dimana hak untuk mendapatkan fasilitas yang layak merupakan suatu syarat mutlak dalam keberlangsungan suatu amanat dari rasa keadilan yang harus dilaksanakan oleh negara dalam hal ini pemerintah. Masyarakat atau bahkan penyandang disabilitas tidak mempunyai banyak pilihan, tapi pemerintah mempunyai banyak pilihan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi rakyatnya tanpa pengecualian. Sudah saatnya semua fasilitas umum dan transportasi massa dibuat dengan menggunakan penyandang disabilitas sebagai tolak ukurnya.

Reformasi yang selama ini didengung-dengungkan ternyata tidak membuat keadaan menjadi lebih baik dalam hal penyediaan sarana dan prasarana untuk kepentingan umum. Hampir tidak ada atau bahkan minim sekali fasilitas umum dan transportasi umum yang menyediakan kemudahan akses bagi penyandang disabilitas;  mulai dari akses menuju ke tempat atau terminal, untuk pembelian tiket atau karcis, bahkan akses untuk naik dan turun dari transportasi tersebut. Belum lagi akses menuju tempat-tempat tertentu dan fasilitas jalan umum sangat tidak memenuhi standar bagi penyandang disabilitas. Untuk menyeberang jalan pun tidak ada rambu-rambu yang menunjukkan bahwa penyandang disabilitas bisa menggunakannya, sedangkan akses untuk naik ke jembatan penyeberangan sangat sulit karena minimnya fasilitas lift yang bisa digunakan penyandang disabilitas. Kondisi ini menunjukkan bahwa fasilitas umum di Indonesia sungguh tidak ramah terhadap aktivitas kaum penyandang disabilitas bahkan lanjut usia.

Sumber Gambar : www.protransit.com
Sudah saatnya Kartunet Kampanye Aksesibilitas tanpa Batas digerakkan karena ketidaknyamanan dan ketidaklayakkan fasilitas umum dan transportasi umum harus segera dibenahi. Dan untuk mencapai kondisi ideal di mana tidak ada hambatan bagi siapapun untuk berativitas, nyaman, dan aman memerlukan dukungan dari berbagai pihak terutama pemerintah. Solusi seperti pengadaan transportasi khusus penyandang disabilitas, kaum wanita, dan lanjut usia patut dipertimbangkan. Selain untuk kemudahan akses juga memperkecil tingkat kerawanan kriminalitas bagi penyandang disabilitas, wanita, dan lanjut usia. Penyediaan armada taksi khusus penyandang disabilitas, kaum wanita, dan lanjut usia juga merupakan alternatif pemecahan masalah kriminalitas yang angkanya semakin tinggi dari tahun ke tahun, armada tersebut juga harus dilengkapi dengan teknologi tinggi yang mendukung keamanan penggunanya seperti GPS.

Berbagai solusi yang mengemuka dalam rangka perbaikan fasilitas umum dan transportasi massa hendaknya jangan hanya sebagai slogan tanpa realisasi karena masyarakat sudah tidak bisa lagi menunggu dan terus menunggu. Juga jangan hanya dijadikan wacana yang timbul tenggelam di tengah hirup pikuknya dunia politik menjelang pemilihan umum 2014. Proyek fasilitas jalur khusus penyandang disabilitas yang saat ini sedang dilakukan di halte busway koridor XI hendaknya dijadikan langkah awal untuk mencapai standarisasi fasilitas yang ramah terhadap penyandang disabilitas. Selain itu di beberapa pusat perbelanjaan juga telah menyediakan jalur atau pintu khusus bagi penyandang disabilitas, sebuah contoh konkrit yang perlu ditiru semua semua pihak. 

Keikutsertaan XL Axiata dalam Kartunet Kampanye Aksesibilitas tanpa Batas hendaknya menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan besar lain untuk ikut peduli terhadap minimnya sarana dan prasarana bagi penyandang disabilitas dalam melakukan aktivitas hariannya. Hal ini menjadi penting karena tanpa dukungan dari berbagai pihak segala bentuk wacana, solusi, dan gerakkan apapun sangat sulit untuk dilaksanakan. Lakukan perubahan dari sekarang untuk menciptakan dunia yang bebas hambatan, nyaman, dan aman bagi generasi mendatang dan negara Indonesia yang lebih baik.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes Blogging Kartunet Kampanye Aksesibilitas tanpa Batas bersama kartunet dan didukung oleh XL axiata.

2 komentar:

Terima kasih atas kunjungan dari teman-teman, dan saya usahakan untuk berkunjung balik secepatnya. Mohon maaf karena kolom komentar saya moderasi untuk menghindari link-link hidup yang tersemat di kolom komentar akhir-akhir ini. Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...